BAHAYA DIARE PADA ANAK

asian fat child suffering from stomachache and red spot indicating location of pain. healthy concept

Diare merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang menyebabkan kematian pada anak terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Banyaknya kejadian diare di negara berkembang merupakan akibat dari kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat serta kebersihan lingkungan yang masih buruk. Oleh karena itu sangat penting menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini dimulai dengan kebiasaan kecil seperti cuci tangan dengan sabun, perbanyak konsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan ligkungan, dan olahraga teratur.

Penyakit diare ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasa, yaitu tiga kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai degan muntah atau tinja yang berdarah. Pada penderita diare, kandungan air dalam tinjanya lebih banyak, sehingga tak jarang jika penderita diare seringkali juga mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Kejadian diare sebagian besar disebabkan oleh infeksi, baik infeksi bakteri (seperti Shigella, Salmonella, dan E.coli), virus (Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus, Coronavirus), maupun parasit (cacing dan protozoa). Selain karena infeksi, diare juga disebabkan oleh faktor non infeksi seperti malabsorbsi, keracunan makanan, alergi, gangguan motilitas, dan imunodefisiensi (kelainan pada system pertahamam tubuh).

Penatalaksanaan diare pada anak dapat dilakukan dengan pemberian oralit tiap kali anak diare untuk mengganti cairan yang hilang. Pemberian Zinc kepada anak yang diare juga penting dilakukan untuk mengurangi tingkat keparahan diare dan perbaikan dinding usus yang mengalami kerusakan morfologi(bentuk). Selain itu, bagi pasien diare yang terbukti terjadi karena infeksi perlu juga diberi antibiotik untuk mengurangi bakteri maupun parasit penyebab diare. Pemberian antibiotik harus didasarkan pada diagnosis yang kuat seperti dari pemeriksaan laboratorium sehingga tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya dan berakibat fatal. Sementara itu, untuk mencegah hilangnya berat badan yang berlebihan, diperlukan asupan makanan yang cukup selama diare terjadi dan pemberian makanan ekstra yang diteruskan selama dua minggu.

Write by Syafaatun Almirzanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *