Benarkah Anemia Penyakit Wanita?

Pioneers sering merasa lesu? Lemas? Lunglai? Jika iya, berhati-hatilah karena bisa jadi Pioneers terkena anemia. Anemia atau lebih dikenal dengan kurang darah, sebenarnya adalah kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal. Hemoglobin dalam sel darah merah berperan untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Anemia membuat oksigen tidak dapat didistribusikan dengan baik ke seluruh tubuh karena jumlah hemoglobin yang tidak memenuhi. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan mudah mengantuk hingga sulit berkonsentrasi.

Kenali tanda-tanda anemia sejak dini. Salah satu tanda yang dapat dilihat adalah wajah pucat. Kekurangan sel darah merah di kepala khususnya di bagian wajah membuat wajah kita tampak tak segar dan terlihat pucat, bahkan berwarna putih kekuningan. Gejala yang paling sering muncul adalah kelelahan. Jika Pioneers sering merasa lelah meskipun hanya melakukan kegiatan ringan, bisa jadi jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah. Jika pasokan oksigen kurang, maka jumlah energi yang dihasilkan pun ikut berkurang. Denyut jantung penderita anemia biasanya tidak teratur. Ketika sel-sel tubuh kekurangan oksigen, jantung menyesuaikan dengan mempercepat frekuensi pemompaan darah dari jantung keseluruh tubuh. Hal ini sering menyebabkan denyut jantung semakin cepat atau denyut jantung tidak teratur pada penderita anemia.

Anemia dapat terjadi pada laki-laki maupun wanita. Namun, anemia sering dibilang sebagai penyakit wanita. Mengapa? Sel darah merah banyak berkurang ketika wanita mengalami menstruasi. Tubuh akan menjadi lemas karena jumlah darah di dalam tubuh berkurang secara signifikan. Ketika wanita melahirkan terkadang akan kehilangan banyak darah yang mengakibatkannya dapat menderita anemia. Ataupun pada saat hamil ketika tubuh harus menyuplai banyak nutrisi untuk bayi maupun tubuh sendiri.

Salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi anemia adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Kasus anemia yang paling banyak ditemukan disebabkan karena tubuh kekurangan zat besi. Oleh karena itu, kita harus menjaga agar konsumsi zat besi kita normal dengan cara makan makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging, kacang-kacangan, sayuran, buah yang dikeringkan, dan lain-lain. Selain makanan yang mengandung zat besi, berbagai macam vitamin, terutama vitamin B12 dan vitamin C, juga dapat dikonsumsi. Vitamin C diperlukan oleh tubuh karena membantu penyerapan zat besi. Dan yang tak kalah penting adalah folat, folat banyak ditemukan pada kacang-kacangan, jeruk, pisang, dan sereal.

Semoga informasi anemia di atas bermanfaat. Mari kita sayangi diri sendiri dengan menerapkan pola hidup sehat, karena kesehatan adalah harta yang paling mahal. Salam sehat! (ulfah)

One Comment

  1. siang artikel anda ini Benarkah Anemia Penyakit Wanita? | sangat menarik. Jika berkenan mungkin boleh dimas gunakan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *