Bagaimana Puasa agar Lancar Tanpa Dehidrasi

Dehidrasi saat puasa?

           Hai pioneers, di bulan Mei ini sebagian besar masyarakat Indonesia sedang menjalani ibadah puasa. Aktivitas sehari-hari yang padat tanpa diimbangi dengan konsumsi air yang cukup dapat memicu munculnya dehidrasi. Dehidrasi sendiri merupakan kondisi kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk. Menurut WHO, dehidrasi dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu dehidrasi berat, dehidrasi sedang, dan dehidrasi ringan.

Saat seseorang mengalami dehidrasi, dapat diketahui dari gejala yang mengindikasikannya seperti:

  1. Merasa haus

Saat tubuh kekurangan cairan 1-2%, tubuh akan mengirim sinyal haus. Jumlah cairan tubuh seseorang akan kembali normal setelah ia minum.

  • Pusing dan sakit kepala

Hal ini disebabkan karena otak berada di kantong cairan yang mencegahnya berbenturan dengan tengkorak. Jika kantong cairan hilang atau jumlahnya berkurang, benturan otak dapat menyebabkan sakit kepala

  • Perubahan warna dan jumlah urin

Semakin gelap dan sedikit urin yang dihasilkan, menandakan bahwa seseorang kekurangan cairan tubuh

  • Kram otot

Kram otot merupakan kontraksi tidak diinginkan dari otot yang disebabkan ketidakseimbangan elektrolit akibat hilangnya cairan tubuh

  • Gagal organ

Kehilangan cairan yang parah bisa menyebabkan tubuh mengalami syok, kehilangan kesadaran, kerusakan otak, gagal ginjal, dan serangan jantung yang berujung pada kematian.

Namun, tenang saja Pioneers. Hal-hal tersebut dapat diantisipasi dengan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh yang cukup. Saat berpuasa tubuh akan membakar lemak untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Diperlukan jumlah air yang cukup sebagai sumber oksigen bagi lemak. Untuk menghindari dehidrasi saat berpuasa, dianjurkan mengonsumsi air putih minimal 4 gelas sehari yaitu dua gelas setelah berbuka, satu gelas sesudah tarawih, dan satu gelas saat sahur. Jangan lupa untuk selalu rutin berolahraga dan makan makananan yang sehat ya Pioneers, agar puasa kita semakin lancar. Selamat berpuasa!

Benarkah Konsumsi Kafein Saat Sahur Picu Dehidrasi?

Pernahkah Pionners mendengar bahwa konsumsi kafeindapat memicu dehidrasi?

Kafein adalah methylxanthine yang terjadi secara alami yang dapat ditemukan dalam kopi, teh, dan cokelat. Ketika dikonsumsi dalam dosis besar (≥ 500 mg), kafein memunculkan efek diuretik. Efek diuretik berfungsi untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urin. Akibatnya, kita akan buang air kecil lebih sering dibandingkan saat normal.

Benarkah kafein dapat memicu dehidrasi?

Sebuah penelitian yang dilakukan pada lima puluh dua laki-laki berusia 18-46 tahun membuktikan bahwa tidak ditemukanefek dehidrasi pada peserta yang terbiasa meminum kafein. Hasil menunjukkan kafein tidak mengakibatkan dehidrasi ketika diberikan dalam dosis sedang 4 mg/kg kafein dalam empat cangkir per hari. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa kafein ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang oleh laki-laki yang terbiasa dengan kafein berkontribusi sama seperti air putih terhadap kebutuhan cairan harian dan tidak menimbulkan efek yang merusak keseimbangan cairan dan mengakibatkan dehidrasi.

Lalu bagaimana jika kita sudah mengalami dehidrasi?

Apasih obat yang cocok untuk mengobati dehidrasi?

Saat dehidrasi, tubuh akan menjadi lemas dan pusing. Dehidrasi dapat diatasi dengan banyak meminum air dan mengkonsumsi Oralit.

Oralit adalah obat yang berfungsi untuk mengganti elektrolit akibat dehidrasi. Oralit cukup efektif untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, karena mengandung garam dan gula. Mekanisme kerja oralit adalah dengan diserap dalam usus kecil untuk mengantikan cairan dalam tubuh.

Oralit tersedia dalam bentuk cair dan serbuk yang harus dilarutkan dalam 1 gelas air (200cc). Untuk dosis yang digunakan yaitu: untuk anak dibawah 1 tahun, 3 jam pertama diberi 1 ½ gelas, selanjutnya ½ gelas. Untuk anak 1-<5 tahun, 3 jam pertama diberi 3 gelas, selanjutnya 1 gelas. Anak usia 5-12 tahun, 3 jam peetama diberi 6 gelas, dan selanjutnya 1 ½ gelas. Dan bagi usia diatas 12 tahun, 3 jam pertama sebanyak 12 gelas, selanjutnya 2 gelas.

Efek samping yang mungkin terjadi ketika mengkonsumsi oralit dapat berupa mual, muntah ringan, dan pembengkakan pada kelopak mata akibat over hidrasi.Oralit dinilai cukup aman bagi ibu hamil dan menyusui, karena belum ada laporan dampak buruk hingga saat ini. Dibalik khasiat luar biasa oralit, tidak semua orang dapat menggunakan obat ini, seperti mereka yang memiliki kondisi penderita gagal ginjal, hiperkalemia dan gagal jantung.

Sumber :

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit, Pedoman Bagi Rumah Sakit Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota, diterbitkan WHO tahun 2005.

https://journal.unnes.ac.id>sju>download

https://today.mims.com/5-tanda-bahaya-dehidrasi

https://ugm.ac.id/id/berita16302-menjaga.kebugaran.tubuh.saat.berpuasa

Ikatan Apoteker Indonesia, 2016, ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia, Volume 50, PT. ISFI Penerbitan, Jakarta.

Medidata, 2016, MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 15, Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.

Sophie C. Killer,Andrew K. Blannin ,Asker E. Jeukendrup, 2014, No Evidence of Dehydration with Moderate Daily Coffee Intake: A Counterbalanced Cross-Over Study in a Free-Living Population. (https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0084154&mod=article_inline  , diakses pada Selasa, 16 April 2019, pukul 22.34 WIB)
Anonim, 2017, https://www.alodokter.com/diuretik , diakses  Rabu, 17 April 2019, pukul  21.17 WIB)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *