Demam Turun, Fase Kritis Demam Berdarah

DBD atau Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang tidak asing lagi di masyarakat. DBD adalah suatu penyakit yang ditandai dengan demam mendadak, perdarahan baik di kulit maupun di bagian tubuh lainnya serta dapat menimbulkan shock dan kematian. Penyakit ini ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti.

Di Indonesia sendiri angka kematian DBD selalu meningkat dari tahun ke tahun. berdasarkan data, awal tahun 2007, terjadi KLB (Kejadian luar Biasa) di 11 propinsi. Jumlah kasus DBD 2007 sampai Juli adalah 102.175 kasus dengan jumlah kematian 1.098 jiwa. Melihat hal tersebut dapat dikatakan bahwa DBD merupakan penyakit yang sangat mematikan, salah satu faktor penyebab kematian adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang DBD. Pada penderita DBD pasien akan mengalami 3 Fase, apa saja fase tersebut? Berikut ulasannya :

Pada Fase 1, penderita mengalami panas tinggi antara 1-3 hari, pemberian penurun panas tidak akan membuat panas turun tetapi tetap stabil.
Pada Fase 2, terjadi pada hari ke 4 dan 5, demam akan turun seolah-olah sembuh padahal tidak seperti itu keadaannya, fase ini cukup berbahaya sebab penderita dalam keadaan paling drop dan pada fase inilah banyak terjadi kematian. Turunnya suhu penderita harus diwaspadai jika diikuti dengan kenaikan denyut nadi, telapak tangan terasa dingin, dan penderita terlihat lebih lemah dari sebelumnya.
Pada Fase 3, terjadi pada hari ke 6 dan 7, demam kembali tinggi pada fase inilah yang disebut fase penyembuhan.

Dari ketiga fase di atas, fase kedua merupakan fase yang cukup berbahaya, fase ini biasa disebut sebagai fase kritis dimana fase inilah banyak terjadi kematian. Jika terlihat tanda-tanda tersebut, artinya penderita mengalami shock, segera bawa ke rumah sakit agar dapat dilakukan pertolongan dan lakukan perawatan dengan memberi banyak cairan dan istirahat.

Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah yaitu Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat. Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan melakukan “3M Plus”, yaitu menutup, menguras, menimbun. Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik, menabur larvasida, menggunakan kelambu pada waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik berkala, sesuai dengan kondisi setempat. [Fariz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *