Haruskah Wanita Menghindari Kucing Selama Masa Kehamilannya?

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa seorang wanita yang sedang hamil harus menjaga  kesehatan dan keselamatan janin yang dikandungnya. Tidak hanya memastikan asupan gizi serta menjaga keadaan psikologis dan fisik yang prima, kebersihan lingkungan pun merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh calon ibu. Salah satu penyakit yang menjadi momok bagi para calon ibu adalah Toxoplasmosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Penyakit ini dapat menyebabkan keguguran maupun kecacatan pada bayi.

Seperti yang telah diketahui oleh masyarakat, penyakit ini dapat ditularkan melalui kotoran kucing yang mengandung sista  atau oosista Toxoplasma. Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa penularan penyakit ini tidak ditularkan melalui kotoran kucing saja. Jose G. Montoya dan Jack S. Remington dalam jurnal ilmiahnya, Management of Toxoplasma gondii Infection during Pregnancy mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi makanan yang tidak bersih seperti daging mentah dan air yang terkontaminasi parasit ini, seorang ibu hamil dapat terinfeksi Toxoplasmosis. Hal ini disebabkan karena ‘sista’ dan ‘oosista’ (bentuk parasit yang berada dalam keadaan tidak aktif) masuk ke dalam sistem pencernaan. Akibatnya ibu hamil dapat terserang toksoplasmosis. Infeksi kronis terjadi apabila penderita mencapai status immunocompromised, artinya sistem pertahanan tubuh teraktivasi dan penderita menunjukkan gejala seperti flek yang terus menerus muncul, pertumbuhan janin tidak normal, hingga dapat menyebabkan keguguran. Sedangkan infeksi akut dapat terjadi tanpa adanya gejala yang dapat dirasakan .

Namun, bagi Anda  pecinta kucing hendaknya jangan terlalu khawatir, karena Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit / Centers of Disease Control and Prevention (CDC) memberikan beberapa tips yang dapat Anda jalani agar terhindar dari toksoplasma tanpa harus menghindari hewan kesayangan Anda:

  1. Pastikan kandang dan tempat kotoran kucing dibersihkan setiap hari. Namun mintalah bantuan orang lain untuk membersihkannya. Jika seorang ibu hamil terpaksa harus membersihkan kandang/tempat kotoran kucing, ibu hamil tsb harus pakai sarung tangan, kemudian mncuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Beri makan kucing Anda dengan makanan kaleng / makanan kering khusus kucing, bukan dengan daging mentah / setengah matang.
  3. Jangan biarkan kucing berada di luar rumah.
  4. Jangan ‘mengadopsi’ kucing liar, terutama anak kucing liar.
  5. Letakkan pasir untuk kotoran kucing dalam tempat tertutup, di luar ruangan.
  6. Gunakan sarung tangan ketika berkebun dan selama Anda kontak dengan tanah, karena kemungkinan terdapat parasit dari kotoran kucing yang terbawa angin. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat.

Adapun pencegahan Toxoplasma bagi calon ibu, adalah dengan imunisasi TORCH. TORCH  adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Saat ini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

Nah… jadi janganlah khawatir lagi. Dengan tetap menjaga kebersihan, khususnya bagi Anda yang memelihara kucing di rumah, ancaman akan infeksi Toxoplasmosis dapat Anda hindari tanpa harus mengusir kucing Anda dari dalam rumah. Bagi Anda yang tidak memelihara kucing pun, dapat melakukan tips di atas untuk menjaga kehamilan Anda. [Yoel]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *