Imunisasi sebagai Wujud Paradigma Sehat

Paradigma sehat, mungkin sebagian orang masih awam dengan ‘paradigma sehat’. Lalu, apa itu paradigma sehat ? Paradigma sehat merupakan suatu konsep pembangunan kesehatan yang memberikan prioritas utama pada upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) dibandingkan upaya pelayanan penyembuhan/pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) secara menyeluruh, terpadu, serta berkesinambungan. Kemudian bagaimana caranya? Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, paradigma sehat dilaksanakan dengan beberapa kegiatan, antara lain pemberantasan penyakit dimana salah satu upayanya, yaitu imunisasi.

Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia. Kebal adalah suatu keadaan di mana tubuh mempunyai kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman tertentu, namun kebal atau resisten terhadap suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain.

Pemberian imunisasi secara umum bertujuan untuk menurunkan angka kasus dan angka kematian akibat penyakit. Secara khusus bertujuan untuk tercapainya global eradikasi polio pada tahun 2018, tercapainya eliminasi campak pada tahun 2015, pengendalian penyakit rubella 2020, dan terselenggaranya pemberian imunisasi yang aman serta pengelolaan limbah medis.

Imunisasi dibagi menjadi imunisasi dasar, imunisasi lanjutan, dan imunisasi khusus. Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal untuk mencapai kadar kekebalan di atas ambang perlindungan dan diwajibkan oleh pemerintah untuk diberikan pada bayi sebelum usia satu tahun. Imunisasi dasar meliputi :

  1. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin)

Merupakan imunisasi yang diberikan untuk menginduksi kekebalan aktif terhadap penyakit TBC dengan frekuensi pemberian satu kali dan tidak perlu diulang.

  1. Imunisasi polio

Merupakan imunisasi yang diberikan untuk menginduksi kekebalan terhadap penyakit poliomielitis (penyakit radang yang menyerang saraf dan menyebabkan kelumpuhan)

  1. Imunisasi DPT (Diphteria, Pertussis, Tetanus)

Merupakan imunisasi yang diberikan untuk menginduksi kekebalan terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.

  1. Imunisasi campak

Merupakan imunisasi yang diberikan untuk menginduksi kekebalan terhadap penyakit campak dengan frekuensi pemberian satu kali.

  1. Imunisasi hepatitis B.

Merupakan imunisasi yang diberikan untuk menginduksi kekebalan terhadap hepatitis B.

 

Imunisasi lanjutan adalah imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan di atas ambang perlindungan. Imunisasi khusus adalah imunisasi yang diberikan untuk penyakit tertentu, misal imunisasi meningitis. Setelah pernyataan dari WHO bahwa Indonesia bebas polio, pemerintah mengeluarkan salah satu program sebagai bentuk apresiasi terhadap imunisasi, yaitu diadakannya program PIN (Pekan Imunisasi Nasional). PIN ditargetkan untuk anak usia 0 sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. PIN dilaksanakan di berbagai pusat layanan kesehatan, mulai dari posyandu, puskesmas pembantu hingga rumah sakit.

Kendati pada usia bayi imunisasi sudah lengkap, bukan berarti pada usia tersebut bayi sudah aman dari berbagai ancaman penyakit. Hal tersebut merupakan sebuah sebab mengapa imunisasi harus diulang. Imunisasi akan memberikan antibodi. Setelah diimunisasi, antibody anak akan meningkat dan lebih baik.

Sumber:

Achmadi, U. F., 2006, Imunisasi Megapa Perlu?, Kompas, Jakarta

Departemen Kesehatan RI, 2008, Cakupan Imunisasi Nasional, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Making The Vaccine Decision, Centers for Disease Control and Prevention, diunduh pada 8April 2017, dari https://www.cdc.gov/vaccines/parents/vaccinedecision/index.html

Van Damme, M. Kane, and A. Meheus, 1997, Integration of hepatitis B vaccination into national immunisation programmes, National Center for Biotechnology Information, diunduh pada 8 April 2017, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2126430/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *