Darah merupakan cairan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup kita, dengan komponennya berupa sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit) dan plasma darah yang dapat melarutkan enzim, mineral, hormon, lemak, dan air. Darah merupakan sistem transportasi pada manusia yang penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh pemompaan jantung, darah beredar mengangkut zat-zat makanan dan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Fungsi-fungsi darah akan terhambat ketika terjadi gangguan, salah satunya anemia yang merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan hemoglobin (komponen darah yang membawa oksigen). Gejala anemia antara lain berupa lemah, letih, lesu, kepala seperti melayang, dan kurang bertenaga. Anemia dapat disebabkan karena pendarahan hebat (misal akibat kecelakaan, pembedahan, tumor ginjal, wasir), berkurangnya pembentukan sel darah merah (akibat kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin C, asam folat), dan keadaan ketika sumsum tulang belakang tidak dapat memproduksi sel darah lagi. Anemia dapat diobati dengan mencukupi kebutuhan vitamin B12, vitamin C, asam folat, dan zat besi. Gangguan darah lainnya seperti hemofilia yaitu kelainan pada darah yang menyebabkan darah sukar membeku. Penyakit ini bersifat menurun artinya gen pembawa hemophilia dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya. Penyakit ini disebabkan karena kekurangan faktor pembekuan darah dan juga akibat kekurangan vitamin K.
Selain beberapa fungsi yang telah disebutkan, darah juga berperan dalam membersihkan sisa hasil metabolisme yaitu dengan mengangkutnya menuju ke ginjal (filter zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh). Selanjutnya, ginjal akan mengeluarkan zat kotor yang berasal dari darah tadi melalui air seni. Dengan demikian, zat-zat yang tidak berguna tersebut tidak diedarkan kembali oleh darah ke seluruh tubuh dan tubuh terlindungi dari zat-zat yang bersifat racun.
Namun, ada saatnya zat-zat yang tidak berguna ini dapat tertinggal dan mengendap pada ginjal. Apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan pola makan karena semakin banyak kita mengkonsumsi zat-zat makanan yang tidak baik bagi tubuh, semakin banyak pula zat tersebut diedarkan oleh darah dan membawa dampak buruk bagi tubuh. Selain itu, kerja ginjal akan semakin berat untuk menyaring zat tersebut sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal dan tentu saja hal ini dapat berakibat fatal. Kita dapat menjaga kesehatan ginjal kita dengan cukup minum air putih, berolahraga, memperhatikan pola makan, dan menghindari minuman beralkohol serta minuman lain yang menyebabkan kerja ginjal menjadi berat.
Sel darah (dalam hal ini sel darah putih) juga berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus, atau benda yang dianggap ‘asing’ oleh tubuh. Fungsi ini juga dapat terhambat apabila terjadi gangguan seperti leukemia (biasa disebut kanker darah). Pada leukemia, jumlah sel darah putih melimpah melebihi jumlah normal sehingga menyerang sel darah merah normal. Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami anemia, mudah terserang infeksi, dan pendarahan, yang merupakan beberapa gejala dari leukemia.
Leukemia biasanya muncul sejak penderita masih kecil. Pada keadaan normal, sumsum tulang memproduksi sel darah putih ketika tubuh memberikan signal. Untuk penderita leukemia, signal dari tubuh tidak ditanggapi oleh sumsum tulang belakang sehingga produksi sel darah putih menjadi tidak terkontrol. Untuk leukemia kronis, perkembangan penyakit penderita tidak begitu cepat, sehingga mereka dapat bertahan untuk beberapa tahun. Penyebab leukemia belum dapat diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun insidensi penyakit ini dapat disebabkan karena keturunan, radiasi, zat kimia (racun benzena, insektisida, obat-obat kemoterapi), dan virus (HTLV-1, retrovirus, virus leukemia feline).
Penderita leukemia biasanya mengalami anemia, karena sel darah putih menyerang sel darah merah sehingga jumlahnya berkurang dan peredaran oksigen pada tubuh juga berkurang, Sebagai akibatnya penderita leukemia tampak pucat, bernafas cepat, dan mudah lelah. Penderita leukemia juga mudah terserang infeksi karena sel darah putih yang terbentuk bersifat abnormal sehingga tidak dapat menjalankan tugas untuk melindungi tubuh terhadap penyakit. Gejala lain yaitu terjadinya pendarahan karena berkurangnya jumlah trombosit akibat diserang oleh sel darah putih yang diproduksi melimpah sehingga tampak spot merah pada kulit. Penderita juga mengalami pembengkakan pada leher, dada, bawah lengan, akibat dari pembengkakan kelenjar lympa dimana sel darah putih terbendung. Nyeri tulang dan perut juga dialami oleh penderita, karena sel leukemia terkumpul pada sumsum, empedu, ginjal, dan hati, sehingga biasanya nafsu makan penderita akan berkurang.
Sampai saat ini leukemia ditangani dengan kemoterapi, transplantasi sumsum tulang, transfus sel darah merah dan trombosit, serta obat-obat penghambat produksi sel darah putih yang abnormal.[Dhaniar]

0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.