Ketika Kulitku Mengelupas secara Menahun

Halo pembaca setia artikel-artikel PIOGAMA dimanapun berada! Apakan diantara anda sekalian ada yang mengalami kulit kemerahan dan mengelupas yang tak kunjung sembuh selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun?? Sebenarnya penyakit apa itu dan bagaimana cara mengobatinya?? Mari simak artikel berikut agar anda lebih tahu mengenai penyakit yang satu ini.

Psoriasis, itulah dia. Psoriasis merupakan suatu penyakit kulit dimana lapisan terluar kulit menjadi tebal, kasar, kering, dan akhirnya mengelupas. Area ini disebut plaques, dimana daerah dibawahnya biasanya berwarna merah dan gatal. Plaques dapat terjadi di kulit bagian mana saja, namun pada umumnya ada bagian kulit kepala, siku, lutut, dan pantat. Psoriasis merupakan penyakit kronis yang dapat menyerang semua umur dan kalangan. Namun penyakit ini tak menular antar satu penderita ke orang lain. Penyakit menahun ini dapat dihentikan salah satunya dengan pengobatan segera ketika tanda-tanda awal penyakit ini mulai muncul.

Psoriasis terjadi ketika pembentukan sel-sel kulit terjadi lebih cepat daripada normal. Sel kulit biasanya mati dan digantikan dengan sel baru setiap tiga atau empat minggu. Namun pada penderita psoriasis, sel-sel kulit baru terbentuk setiap 2-6 hari, sehingga sel baru menumpuk dan menjadi tebal hingga akhirnya mengelupas. Hal ini berkaitan dengan aktivitas sistem imun tubuh yang merupakan cara tubuh melawan penyakit dan menyembuhkan luka, yaitu sel T yang memproduksi senyawa yang berperan dalam inflamasi. Pada penderita psoriasis, sistem imun tetap terpicu untuk beraktivitas walaupun tidak ada luka atau infeksi yang perlu disembuhkan. Hal inilah yang menyebabkan keanehan pada pembentukan sel-sel kulit yang menjadi lebih cepat. Oleh karena itu, psoriasis dewasa ini diaktegorikan sebagai penyakit autoimun.

Sekitar 30% dari penderita psoriasis memiliki sejarah anggota keluarga yang mengalami kondisi sama. Hal ini berhubungan dengan gen tertentu yang telah diidentifikasi berkaitan dengan terjadinya psoriasis, namun bagaimanapun juga banyak gen yang dilibatkan dalam hal ini. Suatu rangsangan tertentu juga dapat memicu terjadinya psoriasis, seperti infeksi tenggorokan, sakit kulit, obat tertentu, dan atau stress baik fisik maupun emosional. Namun bukan berarti bila kita terkena penyakit-penyakit tersebut maka kita pasti kan terkena psoriasis. Karena seperti yang kita tahu penyakit ini merupakan penyakit autoimun sehingga membutuhkan kondisi tertentu untuk dapat timbul seperti misalnya suatu ketidaknormalan pada kombinasi gen-gen kita.

Lalu bagaimana penyakit ini diobati?? Seperti yang telah disampaikan diawal, psoriasis merupakan penyakit kronis, sehingga pengobatan yang dilakukan pada umumnya hanya untuk menghambat pembentukan plaques dan atau menghaluskannya. Pilihan terapi yang dapat dilakukan antara lain:

Terapi topikal, yaitu dengan salep atau krim yang berisi kortikosteroid, vitamin D, anthralin, maupun asam salisilat.
Fototerapi, yaitu dengan memanfaatkan suatu sinar UV jenis khusus yang dapat menghambat terjadinya pembentukan sel-sel kulit.
Terapi sistemik, biasanya dalam bentuk tablet per oral maupun injeksi yang berisi ciclosporin, methotrexate, maupun acitretin.
Terapi biologis, dianjurkan untuk penderita yang sedang hamil. Biasanya diberikan dengan injeksi atau diteteskan, dimana berisi adalimumab, etanercept, infliximab, maupun ustekinumab.

Nah sudah tahu kan apa itu psoriasis?? Oleh karena itu, bila dirasa terjadi tanda-tanda seperti diatas segeralah cek ke dokter agar dapat diidentifikasi lebih cepat dan selanjutnya mendapat pengobatan yang sesuai. (Tiwi)

 

Sumber:
http://www.cumc.columbia.edu/student/health/pdf/O-P/Psoriasis.pdf
http://www.nice.org.uk/nicemedia/live/13938/61190/61190.pdf
http://www.sign.ac.uk/pdf/pat121.pdf
http://www.psoriasis-association.org.uk/silo/files/No1%20what%20is.pdf
http://www.cdc.gov/psoriasis/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *