Khasiat Mahkota Dewa sebagai Antidiabetes

Pioneers, kini mahkota dewa bukanlah tanaman yang asing bagi masyarakat Indonesia. Khasiatnya dalam mengobati berbagai macam penyakit, khususnya diabetes melitus, membuat tanaman ini dikenal banyak orang. Tanaman yang juga dikenal dengan nama Phaleria macrocarpa ini berasal dari Papua atau Irian Jaya. Lantas, bagian tumbuhan manakah yang dapat digunakan sebagai obat antidiabetes? Bagaimana tanaman ini dapat berfungsi sebagai obat antidiabetes? Dan bagaimana menggunakan mahkota dewa sebagai obat antidiabetes?

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik (penyakit karena proses metabolisme dalam tubuh) yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh gangguan dalam sekresi hormon insulin dan atau aksi hormon insulin. Penyakit ini terjadi ketika pankreas tidak mampu memproduksi insulin, pankreas mampu memproduksi insulin tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, atau respon tubuh yang lemah terhadap insulin. Adapun gejala penyakit ini adalah poliuri (banyak kencing), polidipsi (banyak minum), dan polifagi (banyak makan).
Buah mahkota dewa berbentuk bundar agak kecil dan berwarna merah ketika sudah masak. Sedangkan dagingnya berwarna putih dan bijinya berwarna cokelat. Nah, daging buah inilah yang digunakan sebagai obat diabetes melitus. Daging buah mahkota dewa mengandung senyawa golongan alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa saponin inilah yang berkhasiat sebagai antidiabetes karena bersifat sebagai inhibitor (penghambat) enzim α-glucosidase. Enzim α-glucosidase merupakan enzim yang berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Dengan demikian, apabila enzim tersebut kita hambat kerjanya, maka kadar glukosa (gula) dalam darah akan menurun, sehingga menimbulkan efek hipoglikemik (kadar gula dalam darah menurun). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa daging buah mahkota dewa menghasilkan efek hipoglikemik dengan dosis 241,35 mg/kg berat badan.
Untuk pengobatan diabetes melitus, kita dapat menggunakan 5 hingga 6 buah mahkota dewa yang telah dicuci bersih. Kemudian, bagian kulit dan bijinya kita buang. Sedangkan, daging buahnya kita iris tipis. Irisan daging buah mahkota dewa tersebut kita rebus dengan 3 gelas air. Setelah itu, sari daging buahnya kita saring dan didinginkan. Sari daging buah mahkota dewa ini kita minum 3 kali sehari sebelum makan. Mudah bukan, Pioneers? Itulah tadi manfaat buah mahkota dewa dalam mengobati penyakit diabetes melitus. Se-dewa namanya, bukan? (Lusy)

 

Sumber:
Harmanto, N., 2001, Mahkota Dewa: Obat Pusaka Para Dewa, Agromedia Pustaka, Jakarta.
Primsa, E. ,2002, Efek Hipoglikemik Influsia Simpliasia Daging Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Scheff Boerl) pada Tikus Jantan Putih, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada, Jogjakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *