Mengenal Herpes Lebih Dekat

Heat-Rash-Miliaria-on-Babies-722x406Pernah memiliki ruam atau bintik-bintik merah di kulit? Hati-hati tanda-tanda Herpes. Tahukah apa itu penyakit Herpes? Herpes adalah penyakit akibat infeksi virus Herpes simplex (HSV) pada manusia dan merupakan penyakit menular. Penyakit Herpes biasa ditandai dengan ruam atau bintik-bintik kemerahan di daerah mulut maupun alat kelamin. Herpes memiliki dua tipe yakni HSV tipe 1 dan HSV tipe 2.

HSV tipe 1 merupakan infeksi virus Herpes simplex yang menyerang daerah mulut. Namun bisa juga menyerang alat kelamin akibat transfer dari mulut ke alat kelamin, sebagai contoh seks oral. Apabila HSV tipe 1 ini sudah menjadi genital herpes atau herpes yang menyerang alat kelamin, pada ibu hamil akan meningkatkan resiko janin terinfeksi virus yang sama. HSV tipe 1 ditandai dengan adanya ruam bahkan bisul di daerah mulut. Sebelum timbul adanya ruam tersebut, biasanya orang yang terinfeksi akan merasa kesemutan, gatal dan rasa terbakar di daerah tersebut. Gejala ini akan semakin mereda seiring berjalannya waktu. Virus ini dapat menular melalui kontak mulut, ruam herpes, maupun air liur. Pada genital herpes, virus ini bisa ditularkan dari ibu ke anaknya selama masa kehamilan. Virus ini juga sangat mudah menular ke orang yang memiliki sistem imun yang buruk.

Sedikit berbeda dari HSV tipe 1, HSV tipe 2 tidak menginfeksi daerah mulut namun daerah kelamin. Herpes ini bisa banyak disebabkan karena berhubungan seksual dengan penderita ataupun melakukan seks oral dengan penderita HSV tipe 1. Gejala yang timbul tidak terlalu tampak, yakni adanya bisul di dalam alat kelamin disertai demam, nyeri di sekujur tubuh dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pada ibu hamil, HSV tipe 2 bisa ditularkan kepada janin.

Penyakit herpes tidak bisa disembuhkan. Virus Herpes simplex akan masuk ke dalam sistem syaraf dan menetap di sana. Virus tersebut dikatakan dormant atau tertidur yang sewaktu-waktu bisa timbul kembali akibat adanya rangsangan seperti stres, imunitas yang rendah, lingkungan yang buruk, maupun kondisi pasca operasi. Namun gejala dan keparahannya bisa dikurangi yakni dengan pengobatan oleh obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Obat-obatan tersebut antara lain acyclovir, famciclovir dan valacyclovir.

Untuk mencegah penyebaran virus Herpes simplex, jangan berbagi peralatan makan ataupun alat pisau cukur yang sama dengan penderita, jangan menyentuh bagian yang ruam maupun bintik-bintik kemerahan, hindari berciuman dan melakukan seks oral dengan penderita, serta setia pada satu pasangan. Penggunaan kondom dapat membantu.

Selain Herpes akibat virus Herpes simplex, kita juga mengenal penyakit Herpes Zoster atau Zoster atau shingles. Herpes zoster ini diakibatkan oleh virus yang berbeda yakni virus Varicella zoster (VZV). Virus ini sama dengan virus yang mengakibatkan cacar air. Herpes zoster merupakan infeksi yang timbul kembali setelah infeksi cacar air dan tertidurnya virus tersebut di dalam tubuh. Virus ini tidak menyerang daerah genital, namun bagian kanan maupun kiri badan ditandai dengan ruam hingga bisul persis seperti cacar air. Virus ini juga bisa menyebabkan gangguan penglihatan apabila sampai kepada daerah mata. Biasanya infeksi virus ini ditandai dengan demam, sakit kepala, meriang dan nyeri perut. Penyebaran virus ini tidak seganas cacar air asalkan tetap dijaga yakni hindari menyentuh dan menggaruk bisul atau ruam dan sering mencuci tangan. Penyebaran virus ini hanya akan terjadi pada saat terbentuknya gelembung atau bisul saja.

Pengobatan Herpes zoster sama dengan Herpes simplex yakni terapi menggunakan antivirus acyclovir, famciclovir ataupun valacyclovir. Untuk mengurangi gejala lainnya bisa digunakan obat analgetika atau penghilang rasa nyeri, kompres hangat dan salep kalamin.

Herpes zoster dapat dicegah dengan vaksinasi yang direkomendasikan untuk usia 60 tahun ke atas. Vaksinasi bisa didapatkan di rumah sakit, dokter maupun apoteker.

 

Sumber:

http://www.cdc.gov/shingles/about/overview.html

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs400/en/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *