Mengenal lebih dekat penyakit Alzheimer

orang-tua-pikun_20150408_113744

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang bersifat progresif (perlahan-lahan). Pada kasus yang sudah parah, penderita bisa mengalami delusi dan berhalusinasi, tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit Alzheimer seperti usia yang sudah di atas 65 tahun, berjenis kelamin wanita, pernah mengalami cedera parah di kepala, genetik, mengidap sindrom down, ataupun gangguan kognitif ringan lainnya. Salah satu penyebab Alzheimer yang dikemukakan para ahli adalah terjadinya pengendapan suatu protein yang disebut beta-amyloid dan terjadinya kekusutan neurofibril di dalam otak. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan dan kematian sel-sel otak yang pada akhirnya membuat otak menyusut. Saat proses ini berjalan, gejala akan tampak pada penderita.

Gejala penyakit Alzheimer pada tahap awal umumnya sulit dikenali karena penurunan daya ingat dianggap sebagai hal yang lumrah seiring efek pertambahan usia. Namun ketika gejala memasuki tahap yang lebih lanjut, dampak yang lebih signifikan akan mulai terlihat pada diri penderita. Gejala pada tahap ini seperti kesulitan dalam mengingat nama anggota keluarga sendiri atau teman,  disorientasi dan rasa bingung yang meningkat, gangguan dalam berkomunikasi, perilaku impulsif, repetitif, atau obsesif, serta mulai mengalami halusinasi dan delusi.

Penyakit Alzheimer belum dapat disembuhkan. Penanganan yang ada hanya bertujuan untuk meredakan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, serta membuat penderita dapat hidup semandiri mungkin. Obat-obatan yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk penderita Alzheimer adalah rivastigmine, galantamine, donepezil, dan memantine.

Selain dengan obat-obatan, pengobatan psikologis seperti simulasi kognitif, serta terapi relaksasi dan terapi perilaku kognitif juga dapat diterapkan untuk menangani penyakit ini. Selain itu berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit Alzheimer, diantaranya dengan menurunkan resiko terkena penyakit jantung, menjaga berat badan tetap sehat, rutin berolahraga, menghindari konsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok, menjaga otak agar tetap aktif bekerja, serta rutin memeriksakan diri ke dokter seiring pertambahan usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *