Menopause Saat 30 Tahun? Memang Bisa?!

Woman with headache pain

Jika wanita membayangkan dirinya saat menginjak usia lanjut, kirakira hal apa yang akan dialami olehnya? Beberapa orang mengatakan keriput, rambut memutih, dan menopause. Menopause merupakan perubahan biologis yang akan dialami oleh wanita saat berusia lebih dari 45 – 55 tahun. Namun kali ini, menopause bukan hal utama yang akan dibahas, melainkan penyakit yang sering disalahartikan sebagai menopause. Yuk Pioneers simak ulasan berikut ini! Premature Ovarian Failure (POF) adalah suatu kondisi yang disebabkan ovarium tidak mampu berfungsi secara normal lagi, seperti tidak mampu memproduksi ovum (sel telur) dan hormon estrogen, sehingga penderita POF sering mengalami ketidaksuburan. Karakteristik tersebut hampir sama dengan menopause, namun POF dialami oleh wanita yang berusia kurang dari 40 tahun. Selain itu, penderita POF mengalami menstruasi yang tidak teratur dan masih ada kemungkinan untuk hamil, berbeda dengan wanita menopause yang sudah tidak lagi mengalami menstruasi dan kehamilan. POF dapat terjadi sebelum atau setelah pubertas.

Wanita yang mengalami POF akan mengalami fatigue atau kelelahan, berkeringat di malam hari, perubahan mood yang drastis, dan depresi. Mayoritas, POF yang diderita oleh wanita tidak diketahui penyebabnya atau sering disebut spontaneous POF. Para ahli memperkirakan bahwa kekurangan jumlah folikel (kelenjar pada ovari) kemungkinan menjadi salah satu faktor terjadinya POF. Penderita POF tidak jarang mengalami autoimun (sistem imun menyerang diri sendiri) pada ovari sehingga meningkatkan resiko gagal ginjal, hipotiroid, dan hipoparatiroid. Faktor genetik dinilai berperan pula sebagai penyebab penyakit POF karena adanya kromosom X yang tidak normal. Penderita sindrom Turner memiliki resiko tinggi terhadap POF karena hanya memiliki satu kromosom X.

Bagi penderita POF dibawah usia 30 tahun, disarankan agar melakukan tes darah untuk memeriksa kromosomnya supaya resiko tinggi terkena kanker dapat segera ditindaklanjuti atau dapat dicegah. Penderita POF mendapatkan terapi pengganti hormon seperti estrogen dan progesteron untuk mencegah terjadinya kekurangan estrogen dan osteoporosis. Akan tetapi, terapi ini dilakukan setelah pasien mengonsultasikan hasil diagnosisnya dengan dokter. Nah, Pioneers, dari ulasan diatas kita bisa tahu perbedaan POF dengan menopause sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan Pioneers ya!

Sumber :

http://med.monash.edu.au/sphpm/womenshealth/docs/premature-ovarian-failure.pdf

http://www.webmd.com/menopause/tc/premature-ovarian-failure-topic-overview

http://emedicine.medscape.com/article/271046-treatment

3 Comments

  1. artikel yang menarik. menambah wawasan kami . tetapi pada wanita yang monopouse dibawah 30 tahun secara fisik apakah berpengaruh, seperti stamina, daya tahan tubuh ataupun tekstur kulit mengalami perubahan? terimakasih artikelnya

    • Dari beberapa artikel kesehatan yang telah saya baca terkait dengan pertanyaan anda, menopouse dini ini lebih berpengaruh terhadap kegagalan kerja ovarium, stamina rendah mungkin bisa terjadi karena penderita cenderung terus merasa lelah, namun tidak berhubungan dengan tekstur kulit. tekstur kulit akan berubah ketika kadar oksigen dalam tubuh berkurang, tanpa oksigen sel-sel tubuh akan mati begitu pula sel-sel kulit. pertambahan usia mempengaruhi kadar oksigen dalam tubuh, polusi udara juga salah satu penyebabnya.

  2. Terimakasih sebelumnya atas jawabannya. selanjutnya terkait dengan perubahan yang ada , apakah ada dampak secara psikologis dan gejala atau tanda-tanda monopouse, mgkin seperti ditandai turunya libido, emosi yang susah di control atau seperti apa y terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *