Pentingnya Asam Folat bagi Ibu Hamil

Memiliki bayi yang sehat merupakan harapan bagi semua ibu hamil. Nah, agar memiliki bayi yang sehat, calon ibu harus memperhatikan nutrisi yang dikonsumsinya. Salah satu nutrisi yang harus dikonsumsi cukup oleh ibu hamil adalah asam folat. Asam folat adalah salah satu jenis vitamin B, yakni vitamin B9, yang berfungsi membentuk materi genetik di dalam sel tubuh. Selain itu, asam folat juga berfungsi untuk pembentukan sel darah merah.

Asam folat merupakan bentuk sintesis/buatan dari folat yang biasanya berupa suplemen. Meskipun kadar folat dalam makanan alami cukup tinggi, vitamin yang terkandung di dalamnya sering kali rusak saat bahan makanan diolah. Sementara makanan mentah atau setengah matang termasuk dalam daftar makanan yang dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil. Itulah mengapa, suplemen asam folat seringkali dianjurkan oleh dokter.

Masa awal kehamilan merupakan fase di mana janin mulai berkembang di dalam rahim. Sebagaimana dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada saat kehamilan berumur 29 hari, tabung syaraf janin mulai terbentuk. Pembentukan tabung syaraf tersebut terjadi melalui pergantian dan pembentukan sel baru. Asupan asam folat yang cukup sangat diperlukan pada fase ini karena asam folat dapat memengaruhi pergantian dan pembentukan sel baru. Dengan demikian, kekurangan asam folat dapat menghambat pembentukan tabung syaraf. Akibatnya, tabung syaraf janin tidak terbentuk secara sempurna. Jika hal ini terjadi, janin dapat mengalami kematian dalam kandungan atau apabila bayi tersebut lahir, ia akan mengalami gangguan seperti hidrosefalus, gangguan penglihatan, cacat mental, cacat tabung syaraf, dan kelumpuhan organ. Idealnya, asam folat dikonsumsi tiga bulan sebelum kehamilan. Itulah mengapa, kehamilan perlu direncanakan dengan matang.

National Center for Birth Defects and Development Disabilities (NCBDDD) menyatakan bahwa wanita perlu mengkonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap harinya, baik sebelum kehamilan maupun selama kehamilan awal. Namun demikian, apabila sebelumnya memiliki riwayat mengandung janin yang mengalami kerusakan tabung syaraf, maka dosis asam folat dapat dinaikkan. Adapun takaran seberapa banyak konsumsi asam folat yang perlu ditambahkan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter karena konsumsi asam folat secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada anak, di antaranya meningkatkan risiko anak mengidap asma sebesar 30%. Selain itu, jangan lupa membaca label nutrisi pada setiap produk makanan dan vitamin yang Anda beli.

Tidak semua suplemen baik dan boleh dikonsumsi saat hamil. Beberapa suplemen atau obat dapat menyebabkan masalah apabila dikonsumsi saat hamil. Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter atau apoteker apabila Anda hendak mengkonsumsi suplemen dan perbanyak referensi seputar kehamilan serta lakukan pemeriksaan rutin ke dokter guna menjaga kesehatan Anda dan janin Anda.
Selamat menjadi ibu! Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu ! (Lusy)

 

Sumber:
Anonim, 2013, Hati-Hati, Konsumsi Asam Folat Berlebihan, http://www.parenting.co.id, diakses pada hari Minggu, 15 Desember 2013, pukul 07.04 WIB.
Anonim, 2013, Pentingnya Asam Folat bagi Ibu Hamil, http://www.ibudanbalita.net, diakses pada hari Minggu, 15 Desember 2013, pukul 07.07 WIB.
Fikria, Hannah S., 2013, Pentingnya Asam Folat bagi Ibu Hamil, http://bunda.co, diakses pada hari Minggu, 15 Desember 2013, pukul 07.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *