“Si Manja” Penebar Meningitis

Lucu, manja, dan menggemaskan. Bagi Pioneers yang termasuk pecinta hewan, sifat-sifat yang dimiliki oleh sebagian besar hewan peliharaan tersebut merupakan pesona tersendiri yang membuat kita selalu merawat hewan kesayangan. Tidak hanya bersedia memenuhi kebutuhan hidup hewan peliharaan, para pecinta hewan juga bersedia untuk membagi sebagian besar kesehariannya dan menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari anggota keluarga. Kehadiran hewan peliharaan di dalam rumah dapat memberikan kesenangan bagi para pecinta hewan. Bahkan, para psikiater menyarankan pasiennya yang mengalami kesepian, depresi, dan berbagai masalah yang diakibatkan oleh stres untuk memelihara hewan peliharaan. Namun, kecintaan terhadap hewan peliharaan juga perlu memperhatikan batasnya. Interaksi yang terlalu berlebihan dapat memicu penularan penyakit yang berasal dari hewan. Salah satu penyakit berbahaya yang dapat ditularkan oleh hewan adalah meningitis.

Meningitis atau radang selaput otak merupakan infeksi yang menyebabkan pembengkakan akibat penumpukkan cairan pada membran sumsum tulang belakang dan otak. Penyakit ini dipicu oleh adanya interaksi dengan virus atau bakteri penyebab meningitis. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri lebih berbahaya dibandingkan dengan yang disebabkan oleh virus.

Meningitis yang ditularkan oleh hewan termasuk meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Berbagai laporan menyebutkan bahwa bakteri Pasteurella spp. yang mengakibatkan meningitis diperoleh setelah terjadi kontak langsung dengan hewan, meliputi jilatan, ciuman, dan tidur bersama. Beberapa kasus meningitis yang disebabkan oleh P. mulcotida yang telah terjadi adalah pada seorang wanita yang sering mencium anjing peliharaannya, balita yang bermain dengan mainan yang telah dijilati oleh kucing, dan pemberian makan hewan peliharaan antarmulut secara langsung.

Ada banyak hal yang bisa Pioneers lakukan untuk mencegah terjadinya penularan meningitis dari hewan kesayangan. Menghindari mencium, tidur bersama, dan dijilati oleh hewan bukanlah sasaran utama dalam antisipasi penularan meningitis, tetapi bagi anak-anak maupun orang dengan kekebalan tubuh yang lemah tidak diperbolehkan tidur bersama atau sering mencium hewan peliharaan. Bagian tubuh pada anak-anak, orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, dan luka terbuka yang dijilati oleh hewan harus segera dibilas dengan sabun dan air. Hewan peliharaan harus dijaga agar bebas dari ektoparasit dan diperiksakan secara teratur ke dokter hewan. Pencegahan secara dini juga dapat dilakukan dengan pemberian obat anti cacing kepada anak anjing saat minggu pertama setelah dilahirkan atau kepada induk betina saat minggu terakhir masa kehamilan. Pioneers yang telah berusia 11-18 tahun atau lebih tua dan belum pernah divaksin juga dapat menghindari penyakit meningitis dengan pemberian vaksinasi meningococcal. Tetaplah menjaga kebersihan hewan peliharaan Anda, Pioneers. [Sekar S.]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *