Siapa Yang Mau Terkena Kudis?

Beberapa orang mungkin merasa geli atau bahkan jijik ketika mendengar kata “kudis”. Namun, ada pula yang bertanya-tanya “apa sih kudis itu?”. Sebenarnya kudis bukanlah penyakit langka atau asing, tidak sedikit orang yang tahu tentang penyakit kudis. Lalu, apa sebenarnya penyebab penyakit kudis dan bagaimana penanganan serta pencegahan agar tidak tertular penyakit ini?

Kudis atau sering disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau atau kutu rumah, yaitu berasal dari spesies Sarcoptes scabiei. Sebagian besar tungau tersebut berasal dari hewan peliharaan seperti anjing atau kucing. Kudis dapat menyerang di berbagai bagian tubuh, seperti tangan, kaki, punggung, dan lain-lain. Gejala yang timbul karena penyakit ini berupa rasa gatal, timbul kerak pada permukaan kulit, perih, kemerahan, bahkan bisa sampai lecet.

Penularan kudis terjadi sangat cepat, seperti melalui kontak langsung dengan kulit penderita sehingga kita dapat tertular penyakit ini. Selain itu, menggunakan alat mandi bergantian, bertukar pakaian, menggunakan sprei yang digunakan penderita juga dapat menularkan tungau sehingga timbul infeksi pada kulit kita. Untuk pencegahannya sendiri, dapat dilakukan dengan menghindari cara – cara penularan di atas agar tidak tertular maupun terinfeksi. Selain itu, menjaga kebersihan utamanya dapat menghindarkan kita dari infeksi penyakit ini.

Apabila sudah terkena infeksi, kudis dapat diobati dengan obat-obatan yang dapat membunuh tungau scabies yang disebut scabicides. Obat tersebut antara lain Crotamiton dan Permethrin dalam bentuk salep atau krim. Untuk mengurangi rasa gatal dapat dilakukan dengan mengompres menggunakan air dingin. Selain itu, mandi dengan sulfur atau borax kadar rendah minimal dua kali sehari dapat pula membantu proses penyembuhan penyakit kudis. Hal terpenting dalam pencegahan maupun penanganan penyakit kudis adalah selalu menjaga kebersihan, baik lingkungan maupun diri sendiri. Bila dirasa pengobatan di atas tidak mengurangi gejala infeksi, sebaiknya penderita dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Salam sehat dan hidup bersih! (Pungki Arifiani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *