Silent Disease

Osteoporosis adalah gejala pengeroposan atau berkurangnya kepadatan tulang karena rendahnya hormon estrogen (hormon utama pada wanita). Osteoporosis biasanya terjadi pada wanita yang sudah mengalami menopouse (tidak mengalami siklus haid lagi) karena pada masa ini produksi hormon estrogen jauh berkurang. Sebenarnya pria juga bisa mengalami penyusutan kepadatan tulang pada usia tua, akan tetapi peluang wanita untuk mengalami osteoporosis lebih besar karena penyusutan tulang banyak dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Osteoporosis disebut juga “silent disease” karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan dan berlangsung secara progresif (terus menerus) selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai adanya gejala. Gejala lebih lanjut dari osteoporosis adalah patah tulang, tulang punggung yang semakin membungkuk, berkurangnya tinggi badan dan nyeri punggung. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan.

Beberapa penyebab osteoporosis adalah:
Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.
Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.
Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan osteoporosis.
Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Terapi dan pengobatan osteoporosis bertujuan untuk meningkatkan kepadatan tulang untuk mengurangi retak tambahan dan mengontrol rasa sakit. Bebrapa obat yang biasa digunakan untuk terapi osteoporosis adalah golongan bifosfonat (contohnya: Risedronate, Alendronate, Pamidronate, Clodronate) untuk penderita osteoporosis postmenopausal, metabolit vitamin D (kalsitriol dan alfa kalsidol) yang mampu mengurangi resiko patah tulang, kalsitonin untuk penderita yang mengalami patah tulang dan disertai rasa nyeri, serta stronsium ranelate untuk meningkatkan pembentukan tulang. (Wahyu)

Sumber :
http://penyakitosteoporosis.com/mengatasi-osteoporosis/
http://osteo.webatu.com/index.php?module=content&id=8
http://nof.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *