Pioneers mungkin tidak asing lagi mendengar penyakit Demam Berdarah Dengue yang sering disingkat DBD, penyakit ini sering muncul pada musim hujan ataupun saat pancaroba. Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus DEN-1, DEN-2, DEN-3 atau DEN-4. Lalu, apa  hubungannya dengan musim hujan ataupun pancaroba? Musim hujan dan pancaroba merupakan  waktu emas untuk berkembang biaknya nyamuk tak terkecuali Aedes aegypty  dan Aedes albapictus. Nyamuk inilah yang menjadi perantara virus masuk ke tubuh kita yakni melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty  dan Aedes albapictus. Di Indonesia, penyakit DBD pertama kali dicurigai di Surabaya pada tahun 1968. Kemudian penyakit DBD menjadi penyakit endemik diseluruh Indonesia.

Lalu, langkah apakah yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit yang biasanya menyebabkan kekurangan cairan tubuh dan penurunan trombosit ini? Pioneers mungkin pernah mendengar bahwa ekstrak daun jambu biji memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat DBD. Sejak tahun 2003, Badan POM  melakukan penelitian bekerja sama dengan FK dan farmasi UNAIR Surabaya terhadap daun jambu biji yang sudah tua. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji bersifat poten dalam menghambat aktivitas enzim penghambat transcriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus. Namun perawatan penderita DBD tidak hanya dengan pemberian ekstrak daun jambu biji, melainkan juga dengan obat yang bersifat sinergis lainnya dan perlakuan yang suportif seperti mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.

Selain ekstrak daun jambu biji, daun sirih juga memiliki khasiat dalam menangani DBD loh. Namun, pemakaian daun sirih berbeda dengan ekstrak daun jambu biji. Bila ekstrak daun jambu digunakan secara peroral (dikonsumsi melalui mulut) maka daun sirih ini digunakan sebagai insektisida nabati untuk membasmi larva nyamuk. Kandungan alkaloid yang terkandung dalam sirih dapat menghambat perkembangan nyamuk Aedes aegypti L. pada stadium larva.

Nah, Pioners tidak perlu takut lagi dengan infeksi virus DEN. Kita cukup mengkondisikan lingkungan yang bersih, bebas genangan air dan bebas nyamuk dengan memakai insektisida nabati (larvasida) dari daun sirih. Dan apabila sudah terlanjur terinfeksi, tidak usah menunggu lama dan tak perlu ragu untuk segera mengkonsumsi ekstrak daun jambu biji. Pioners tidak perlu takut dan ragu karena selain praktis, ekstrak daun jambu biji juga tidak toksik (tidak beracun). Namun Pioners, sebelum mengonsumsinya ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan untuk penggunaan ekstrak ini dan penggunaan obat lainnya yang sinergis dalam menyembuhkan penyakit DBD. Sekian Pioners, semoga bermanfaat. (Dela)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *