Cek Toxoplasmosis pada Ibu Hamil, Pentingkah?

Pernahkan Pioneers mendengar obrolan seperti itu di lingkungan sekitar? Apakah hal-hal yang sering dibicarakan masyarakat tersebut memang benar, atau hanya mitos belaka? Penasaran? Jangan khawatir, kali ini PIOGAMA akan mengupas tuntas masalah tersebut.

Kucing dapat terinfeksi toxoplasmosis jika mereka memakan tikus, burung, daging mentah, maupun meminum air yang terkontaminasi Toxoplasma gondii. Kotoran kucing yang terinfeksi tersebut mengandung parasit yang dapat menginfeksi manusia. Namun, infeksi pada manusia tidak hanya disebabkan oleh kotoran kucing. Konsumsi daging mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, dan air minum yang terkontaminasi Toxoplasma gondii juga dapat menyebabkan toxoplasmosis pada manusia.

Bagaimana jika yang terinfeksi adalah ibu hamil? Pada sebagian besar kasus, ibu yang menularkan infeksi pada janinnya adalah ibu yang mengalami infeksi pertama kali (infeksi primer) pada saat kehamilan. Infeksi primer pada periode akhir kehamilan akan meningkatkan risiko penularan toxoplasmosis pada janin. Berdasarkan penelitian, ibu yang mengalami infeksi primer pada trimester pertama, kedua, dan ketiga kehamilan berturut-turut memiliki risiko menularkan toxoplasmosis pada janinnya sebesar 4,5%; 31,7%; dan 62,8%. Penularan dari ibu kepada janin jarang dijumpai pada ibu yang mengalami infeksi kronis (infeksi yang aktif kembali akibat penurunan kekebalan tubuh).

Janin yang terinfeksi kadang tampak normal ketika dideteksi dengan USG, tetapi ada pula yang menunjukkan hydrocephalus (akumulasi cairan dalam otak), pengapuran otak maupun hati, pembesaran limpa, dan peradangan pada selaput rongga perut. Bayi yang baru lahir bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun. Beberapa waktu kemudian, barulah timbul gejala yang bervariasi, antara lain peradangan pada retina, ukuran kepala yang tidak normal, kelumpuhan, pembesaran hati, diare, penyakit kuning, pneumonia, hipotermia, kehilangan pendengaran, serta gangguan intelektual dan psikomotor.

Oleh karena itu, deteksi dini toxoplasmosis pada ibu hamil sangatlah penting karena sebagian besar ibu hamil yang terinfeksi Toxoplasma gondii tidak merasakan gejala apapun. Deteksi dini memungkinkan ibu hamil memperoleh pengobatan secara dini dalam rangka menurunkan risiko penularan toxoplasmosis kepada janin. Jadi, jangan ragu untuk melakukan deteksi dini demi kesehatan si buah hati. [Dita]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *